Kamis, 11 November 2010

Lady Gaga

Stefani Joanne Angelina Germanotta (lahir 28 Maret 1986; umur 24 tahun; lebih dikenal dengan nama panggungnya Lady Gaga) adalah seorang pemusik Amerika Serikat. Ia menulis lagu untuk Interscope Records, selain itu ia juga menyanyikannya. Mula-mulanya ia menyanyi di klub-klub di kota New York.
Lady Gaga terutama dikenal karena pakaiannya yang provokatif dan ekstravagan serta pengaruhnya yang besar terhadap selebiritis lainnya. Gaya musiknya diilhami oleh para rocker glam seperti David Bowie dan Queen serta penyanyi seperti Michael Jackson dan Madonna. Ia telah memproduksi dua buah album (satu album dan satu album repackage) berjudul The Fame (2008) dan The Fame Monster (2009). Album pertamanya dirilis pada tanggal 19 Agustus 2008 di Amerika Serikat. Album ini menjadi Album nomor 1 beberapa negara seperti Kanada, Austria, Jerman, dan Republik Irlandia. Setelah itu, ia menjadi nominasi untuk 6 kategori di Grammy Award dan memenangkan kategori Best Electronic/Dance Album dan Best Dance Recording.


sumber :http://id.wikipedia.org/wiki/Lady_Gaga


 The Fame


I can’t help myself I’m addicted to a life of
material
It’s some kind of joke, I’m obsessively
opposed to the typical
All we care about is, runway models, cadillacs
and liquor bottles
Give me something I wanna be, retro glamour,
Hollywood yes we live for the
Fame
Doin’ it for the
Fame
Cuz we wanna live the life of the rich and
famous
Fame
Doin’ it for the
Fame
Cuz we gotta taste for champagne and endless
fortune
Fame fame baby
The fame fame
We live for the fame fame baby
The fame fame
Isn’t it a shame shame baby
A shame shame
In it for the fame fame baby
The fame fame
I can see myself in the movies with my
picture in the city lights
Photograph my mind and whatever else you’d
like to shoot you decide
All we care about is, pornographic girlson film
and body plastic
Give me something, I wanna see television and
hot blondes in odd positions
Fame
Doin’ it for the
Fame
Cuz we wanna live the life of the rich and
famous
Fame
Doin’ it for the
Fame
Cuz we gotta taste for champagne and endless
fortune
Fame fame baby
The fame fame
We live for the fame fame baby
The fame fame
Isn’t it a shame shame baby
A shame shame
In it for the fame fame baby
The fame fame
Don’t ask me how or why
But I’m gonna make it happen this time
My teenage dream tonight
Yeah I’m gonna make it happen this time
Fame!
Fame
Doin it for the fame
Cuz we wanna live the life of the rich and
famous
Fame
Doin’ it for the
Fame
Cuz we wanna live the life of the rich and
famous
Fame
Doin’ it for the
Fame
Cuz we gotta taste for champagne and endless
fortune
Fame
Doin’ it for the
Fame
Cuz we wanna live the life of the rich and
famous
Fame
Doin’ it for the
Fame
Cuz we gotta taste for champagne and endless
fortune
Fame

Bruno Mars

Peter Gene Hernandez (lahir 8 Oktober 1985),  lebih dikenal dengan nama panggung Bruno Mars, adalah seorang penyanyi-penulis lagu Amerika dan produser musik. Dia dikenal karena pinjaman vokal dan co-menulis kait untuk lagu "Nothin'on You" by Bob, dan "Billionaire" oleh Travie McCoy, serta salah satu single Internasionalnya "Just The Way You're" . Ia juga co-menulis hits internasional "Hak Round" oleh Flo Rida menampilkan Kesha, "Wavin Flag '" oleh K'naan, dan "Fuck You!" oleh Green Lo Cee. Pada bulan Oktober 2010, ia merilis album debutnya, Doo-Wops & Hooligans.


Count On Me
If you ever find yourself stuck in the middle of the sea,
I’ll sail the world to find you
If you ever find yourself lost in the dark and you can’t see,
I’ll be the light to guide you
Find out what we’re made of
What we are called to help our friends in need
You can count on me like 1 2 3
I’ll be there
And I know when I need it I can count on you like 4 3 2
And you’ll be there
Cause that’s what friends are supposed to do, oh yeah

That’s what friends are supposed to do, oh yeah
You can count on me cause I can count on you

Kamis, 04 November 2010

cokelat

Menurut sejarahnya Cokelat pada awalnya diminum dan tidak dimakan.
Cokelat dihasilkan dari kakao (Theobroma cacao) yang diperkirakan mula-mula tumbuh di daerah Amazon utara sampai ke Amerika Tengah. Mungkin sampai ke Chiapas, bagian paling selatan Meksiko. Orang-orang Olmec memanfaatkan pohon dan, mungkin juga, membuat “cokelat” di sepanjang pantai teluk di selatan Meksiko. Dokumentasi paling awal tentang cokelat ditemukan pada penggunaannya di sebuah situs pengolahan cokelat di Puerto Escondido, Honduras sekitar 1100 -1400 tahun SM [1]. Residu yang diperoleh dari tangki-tangki pengolahan ini mengindikasikan bahwa awalnya penggunaan kakao tidak diperuntukkan untuk membuat minuman saja, namun selput putih yang terdapat pada biji kokoa lebih condong digunakan sebagai sumber gula untuk minuman beralkohol.
Residu cokelat yang ditemukan pada tembikar yang digunakan oleh suku Maya kuno di Río Azul, Guatemala Utara, menunjukkan bahwa Suku Maya meminum cokelat di sekitar tahun 400 SM. Peradaban pertama yang mendiami daerah Meso-Amerika itu mengenal pohon “kakawa” yang buahnya dikonsumsi sebagai minuman xocolātl yang berarti minuman pahit. Menurut mereka, minuman ini perlu dikonsumsi setiap hari, entah untuk alasan apa. Namun, tampaknya cokelat juga menjadi simbol kemakmuran. Cara menyajikannya pun tak sembarangan. Dengan memegang wadah cairan ini setinggi dada dan menuangkan ke wadah lain di tanah, penyaji yang ahli dapat membuat busa tebal, bagian yang membuat minuman itu begitu bernilai. Busa ini sebenarnya dihasilkan oleh lemak kokoa (cocoa butter) namun kadang-kadang ditambahkan juga busa tambahan. Orang Meso-Amerika tampaknya memiliki kebiasaan penting minum dan makan bubur yang mengandung cokelat. Biji dari pohon kakao ini sendiri sangat pahit dan harus difermentasi agar rasanya dapat diperolah. Setelah dipanggang dan dibubukkan hasilnya adalah cokelat atau kokoa. Diperkirakan kebiasaan minum cokelat suku Maya dimulai sekitar tahun 450 SM - 500 SM. Konon, konsumsi cokelat dianggap sebagai simbol status penting pada masa itu. Suku Maya mengonsumsi cokelat dalam bentuk cairan berbuih ditaburi lada merah, vanila, atau rempah-rempah lain. Minuman Xocoatl juga dipercaya sebagai pencegah lelah, sebuah kepercayaan yang mungkin disebabkan dari kandungan theobromin didalamnya.
Ketika peradaban Maya klasik runtuh (sekitar tahun 900) dan digantikan oleh bangsa Toltec, biji kokoa menjadi komoditas utama Meso-Amerika. Pada masa Kerajaan Aztec berkuasa (sampai sekitar tahun 1500 SM) daerah yang meliputi Kota Meksiko saat ini dikenal sebagai daerah Meso-Amerika yang paling kaya akan biji kokoa. Bagi suku Aztec biji kokoa merupakan “makanan para dewa” (theobroma, dari bahasa Yunani). Biasanya biji kokoa digunakan dalam upacara-upacara keagamaan dan sebagai hadiah.
Cokelat juga menjadi barang mewah pada masa Kolombia-Meso Amerika, dalam kebudayaan mereka yaitu suku Maya, Toltec, dan Aztec biji kakao (cacao bean) sering digunakan sebagai mata uang [2]. Sebagai contoh suku Indian Aztec menggunakan sistem perhitungan dimana satu ayam turki seharga seratus biji kokoa dan satu buah alpukat seharga tiga biji kokoa [3]
Sementara tahun 1544 M, delegasi Maya Kekchi dari Guatemala yang mengunjungi istana Spanyol membawa hadiah, di antaranya minuman cokelat.